IPB Itu Modal Menjadi Penulis Sukses

IPB itu modal menjadi penulis sukses. IPB di sini, bukan nama kampus yang banyak diplesetkan menjadi Institut Penulis Bogor, karena banyak alumninya yang jadi penulis. IPB itu kepanjangan dari Imajinasi, Pengalaman, dan Bacaan (IPB). Itulah hal yang bisa dijadikan modal bagi mereka yang ingin bisa menulis. Hal ini sesuai dengan ungkapan berikut:

“Cara mengarang buku adalah dengan langsung duduk mengarang. Modalnya hanya tiga, yakni: imajinasi, pengalaman, bacaan (IPB).”

(Yudi Pramuko)
Oleh: Arda Dinata

PRODUKTIF MENULISKeberadaan imajinasi, pengalaman, dan bacaan (IPB) sudah sering saya sampaikan dalam tulisan terkait dunia tulis menulis termasuk dalam buku terbaru saya: Strategi Produktif Menulis. Apa yang disampaikan teman saya, Yudi Pramuko yang mantan wartawan dan banyak menulis buku itu, tentu sangat benar adanya. Hanya dengan modal tiga hal itu Anda sudah bisa menulis dan mengarang. Jadi, IPB itu modal menjadi penulis sukses.

Dengan melakukan ketiga hal itu, ditambah jam terbang yang terus menerus melatih diri dalam menulis setiap hari, maka saya punya keyakinan Anda pasti bisa menulis dan mengarang sesuai tema yang Anda minati. Jadi, lewat IPB itu, Anda telah memiliki modal menjadi penulis sukses. Coba aja buktikan sendiri kalau tidak percaya!

Bila setelah melakukan tiga hal itu, masih juga belum berhasil menulis. Pasti, ada yang salah dari aktivitas tersebut. Biasanya sih, faktornya itu karena Anda hanya punya keinginan menulis saja. Tidak pernah praktik menulis, menulis, dan menulis. Kalau model seperti ini, menjadi penulis hanya sekedar keinginan semata. Ayo,  ngaku deh…?

IPB = Imajinasi

IPB sebagai modal menjadi penulis sukses pertama ialah imajinasi. Bila kita tengok dari laman Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata imajinasi berarti sebagai daya pikir untuk membayangkan (dalam angan-angan) atau menciptakan gambar (lukisan, karangan, dan sebagainya) kejadian tertentu berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang. Imajinasi bisa juga diartikan sebagai khayalan.

Manusia itu makhluk yang terbaik karena dilengkapi dengan akal pikiran. Lewat pikiran itulah manusia bisa melakukan sesuai keinginannya. Untuk itu, arahkan akal pikiran kita pada hal-hal yang baik. Termasuk terkait dunia menulis ini, lewat berpikir sang penulis bisa menuliskan hasil imajinasi yang terpikirkannya.

BACA JUGA:  Menulislah Bukan Untuk Meremehkan

Agar imajinasi yang akan kita tuliskan itu bermanfaat, maka arahkan imajinasi tersebut pada hal-hal yang bernilai manfaat bagi para pembaca. Untuk menghasilkan imajinasi yang baik, arahkan seluruh anggota panca indera pada sumber-sumber kebaikan. Apalagi, imajinasi itu berasal dari jaringan saraf luas yang secara sadar ia akan mengolah lintasan imajinasi yang muncul (gambar, simbol, ide-ide, dan teori-teori). Tepatnya, imajinasi itu muncul di jaringan otak manusia yang tujuannya, tidak lain adalah untuk memecahkan suatu masalah yang rumit dalam kehidupan sehari-hari dengan solusi ide-ide baru.

Jadi, manfaatkanlah imajinasi yang ada dalam pikiran Anda dengan cara menuliskannya. Lewat imajinasi yang dituliskan dengan baik dan dilandasi ilmu yang dikuasai, hasilnya tulisan kita tersebut akan bernilai manfaat. Ayo, segera tuliskan imajinasi yang terlintas itu walau satu kata atau kalimat itu sekarang. Lintasan imajinasi itulah, yang kemudian hari akan melahirkan tulisan berkualitas milik Anda.

IPB = Pengalaman

IPB sebagai modal menjadi penulis sukses yang kedua ialah pengalaman. Ya, pangalaman adalah sumber kekayaan yang bisa kita tuliskan menjadi artikel, buku, dan jenis tulisan lainnya. Saya selalu menyarankan kepada calon penulis untuk menuangkan pengalamannya dalam setiap tema tulisan yang sedang ditulis. Sebab, pengalaman tiap orang itu berbeda-beda.

Jadi, pengalaman seseorang itu layak disandingkan dalam tulisan dengan uraian keilmuan yang dibahas. Tulisan itu sangat baik dan menggairahkan para pembaca, bila tulisan itu berisi paparan dari sisi keilmuan dan aplikasi pengalaman, baik pengalaman sendiri penulisnya maupun meminjam dari pengalaman orang lain yang kita tuliskan.

Pengalaman itu guru terbaik. Ungkapan ini sangat tepat, karena lewat pengalaman yang kita dapatkan dari sebuah tulisan, para pembaca tidak harus mengalami kejadian tersebut. Tapi, hanya dengan membaca pengalaman orang lain yang dituliskan itu, para pembaca mendapat pelajaran (ibroh) yang dapat diaplikasikan dalam hidup kesehariannya.

BACA JUGA:  Sukses Menulis Artikel

Pengalaman itu, diartikan sebagai yang pernah dialami (baik yang dijalani, dirasa, ditanggung, dsb) oleh seseorang. Atas dasar itulah, pengalaman memungkinkan seseorang menjadi tahu dan hasil tahu ini disebut sebagai pengetahuan. Nah, hasil pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki seseorang merupakan modal dasar yang sudah dapat kita tuliskan. Pertanyaannya, mau tidak kita menuliskan setiap pengalaman yang mengandung ibroh itu dituliskan agar nilai kebermanfaatannya bisa dinikmati banyak orang?

IPB = Bacaan

IPB sebagai modal menjadi penulis sukses yang ketiga ialah bacaan. Bacaan itu sumber segala ilmu bagi yang mau membacanya. Apalagi, bagi siapa pun yang ingin menjadi penulis, kunci suksesnya adalah dari sering membaca. Baik, membaca teks yang tertulis maupun membaca aktivitas dan perilaku yang terjadi dalam kehidupan ini. Semua itu merupakan sumber ide yang bisa kita tuliskan menjadi tulisan utuh yang bisa dinikmati para pembaca.

Kita bisa bayangkan, bila penulis itu malas membaca. Isi tulisannya, pasti kurang menarik dan tidak berkembang. Era sekarang, begitu luas bahan bacaan yang bisa kita gali sesuai dengan minat masing-masing. Lewat bahan bacaan itulah, seorang penulis dapat mengikat makna dan menuliskan kata-kata yang didapatnya dari apa yang ia baca, amati, rasakan, dan direnungkannya.

Membaca itu, tidak saja membuat seseorang menjadi tahu dan pintar. Lebih dari itu, lewat membaca itulah kita dapat membangun diri secara bijaksana berdasarkan ilmu yang didapat dari bahan bacaan yang telah dinikmatinya selama ini. Membacalah agar langkah hidup yang kita ambil lebih bijaksana. Dan hakekat ilmu yang kita baca itu harusnya bisa membuat diri kita lebih berdaya dalam hidup ini.

Ayo, jangan malas membaca! Membaca membuka hati dan pikiran kita akan sesuatu hal. Makna-makna dan inspirasi dari bacaan-bacaan itulah, tentu sangat layak sebagai bahan tulisan yang akan ditulis. Makin banyak membaca, pembendaharaan kata-kata yang kita miliki semakin kaya.

Arda Dinata

Arda Dinata adalah penulis buku Strategi Produktif Menulis dan penulis kolom di https://insanitarian.com/ , https://ardadinata.com/, dan https://www.miqraindonesia.com/

Tinggalkan Balasan

A Group Member of:
Toko SosmedToko SosmedToko SosmedWWW.ARDADINATA.COMWWW.ARDADINATA.COMInSanitarianMIQRA INDONESIA


error: Content is protected !!