Menulis Mengungkapkan Bahasa Pikiran

Menulis mengungkapkan bahasa pikiran. Inilah bahasan seputar bahasa pikiran yang jadi kunci dalam kelancaran dalam menulis.

“Menulis mengungkapkan bahasa pikiran dan lisan. Apa yang ada dalam pikiran dan terucap lewat lisan adalah cukup menjadi modal untuk menulis. Pikiran berisi ilmu, hasil pengamatan, pengalaman, dan cita-cita maupun hayalan. Semua itu, sangat layak untuk segera dituliskan sebelum daya ingat kita tidak lagi mampu menjangkaunya. Menulis itu, ya menulis bukan hanya sekadar keinginan.” 

~Arda Dinata ~

PRODUKTIF MENULIS – Siapapun bisa menulis, karena ia punya pikiran dan pengalaman yang bisa dibagikan lewat tulisan. Apalagi, tiap orang itu unik. Dan tentu isi pikiran dan pengalamannya berbeda-beda tiap orang.

Dengan menulis pengalaman, akan bermanfaat bagi orang yang membacanya. Sebab, para pembacanya akan mendapatkan ilmu pengetahuan dari pengalaman orang lain itu tanpa ia sendiri mengalami kejadian tersebut. Jadi, segera mengungkapkan bahasa pikiran yang Anda miliki lewat tulisan.

Menulis mengungkapkan bahasa pikiran itu, layaknya kita bercerita kepada orang lain. Bukankah, tiap lorong waktu dalam hidup Anda itu telah menghasilkan banyak cerita. Pun demikian dengan pengalaman hidup seseorang bisa dibagikan lewat media tulisan. Menulislah selancar Anda bicara!

Yakinlah, setiap kita pasti memiliki pengalaman hidup masing-masing yang unik dan tentu bisa dibagikan lewat bahasa tulisan. Saya punya keyakinan, apa pun pengalaman hidup Anda sesungguhnya layak dibagikan lewat bentuk tulisan. Apalagi pengalaman itu banyak mengandung hikmah. Baik pengalaman yang baik (positif) maupun negatif.

Pengalaman yang negatif dapat kita bagikan dengan niatan untuk dapat menjadi pelajaran bagi siapa pun yang membacanya. Demikian juga dengan pengalaman positif yang kita bagikan akan berdampak pada meningkatkan motivasi hidup bagi orang yang membacanya.

BACA JUGA:  Terpesona Membuatku Menulis

Adapun terkait dengan teknik mengungkapkan pengalaman dalam bahasa tulis, saya menyarankan cara menulisnya seperti ketika Anda menjawab pertanyaan dari orang lain yang ditunjukkan kepada kita. Atau tulislah sesuai dengan pengalaman yang kita alami. Tulis saja terlebih dahulu dengan tanpa mengabaikan susunan kalimat. Menulis selancar ketika kita berbicara. Masalah editing tulisan nanti ada waktunya sendiri. Yang penting apa yang kita ingin sampaikan semuanya telah tertuang dalam tulisan.

Saya selalu memberi saran kepada para calon penulis untuk memulai menulis yang sudah ada dalam isi pikiran kita. Menulislah dengan tanpa beban. Sebab munulis itu menyehatkan. Menulis itu menuangkan isi pikiran untuk disampaikan pada orang lain lewat media tulisan akan membuat hidup Anda lebih sehat. Jadi, menulislah Anda hari ini. Sebelum ide dan isi pikiran Anda ditulis oleh orang lain. Selamat berkarya lewat tulisan. Salam sukses-berkah selalu. Aamiin.

Arda Dinata

Arda Dinata adalah penulis buku Strategi Produktif Menulis dan penulis kolom di https://insanitarian.com/ , https://ardadinata.com/, dan https://www.miqraindonesia.com/

2 komentar pada “Menulis Mengungkapkan Bahasa Pikiran

Tinggalkan Balasan

A Group Member of:
Toko SosmedToko SosmedToko SosmedWWW.ARDADINATA.COMWWW.ARDADINATA.COMInSanitarianMIQRA INDONESIA


error: Content is protected !!