Penulis Itu Harus Cerdas Atau Haus Ilmu?

“Penulis itu harus cerdas atau haus ilmu? Buku dan kliping itu sumber ilmu yang mencerdaskan bagi penulis. Dan membaca itu wajib hukumnya bagi seorang penulis. Lagi pula, bukan kecerdasan yang membuat seorang penulis menjadi besar. Kehausan pada ilmulah yang membuat setiap goresan pena menjadi penuh makna.”

_❤oOo❤_

PRODUKTIF MENULIS – Tumpukan buku itu penuh pesona dan menggoda pikiran Adra. Rasa haus akan bacaan telah memaksa pikirannya terus bermimpi memiliki koleksi bacaan sendiri di rumahnya. Kalau punya koleksi buku dan kliping tematik, tentu aku tidak susah-susah kalau mencari bahan referensi untuk memperkaya muatan isi tulisan. Bisikan suara cita-cita itu terus bergema dalam hati Adra.

Dulu, sebelum mengenal kliping pers kumpulan tulisan tentang menulis karya penulis dari Bandung yang pernah dikasih Neng Eius tempo hari itu. Dalam pikiran Adra, bahan bacaan untuk referensi itu hanyalah berupa buku semata. Tapi, sekarang pikiran Adra jadi terbuka dan ternyata ada bahan referensi lain selain buku yaitu pengalaman dan kliping pers.

Kliping pers itu, dapat dibuat sendiri kalau kita rajin mengoleksi tulisan yang setema dan disusunnya dengan rapi menjadi berbentuk buku. Kliping pres itu dapat dijadikan sumber referensi yang murah meriah ketika menulis artikel. Hanya bermodalkan tumpukkan koran dan majalah bekas, gunting, lem, dan kertas tipis ukuran hvs atau folio, maka kita sudah bisa memulai membuat kliping pers sesuai tema yang diminati.

Hobi mengkliping itu sangat bermanfaat. Selain melatih kesabaran, membuat kliping pers itu diakui Sang Penulis, Adra Atanid sangat membantu para penulis mendapatkan bacaan yang berkualitas dan aktual. Lebih jauh, seorang penulis jadi belajar dan terlatih dengan aneka gaya bahasa tulisan dari membaca berbagai artikel yang dikoleksi tersebut. Jadi penulis itu harus haus ilmu sehingga jadi cerdas.

BACA JUGA:  Ajaran Kesabaran

“Kliping itu setara dengan buku. Bahkan ia memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan dengan buku. Selain minim modal, isi kliping itu membantu penulis lebih selektif dalam mengumpulkan bahan bacaan yang sesuai dengan minatnya. Bahan bacaan inilah yang menjadi inspirasi dan akan memperkaya isi tulisannya.” Papar Adra pada suatu kesempatan diskusi dengan para anggota komunitas menulis yang dipimpinnya.

Adra jadi teringat akan kata guru menulisnya, bahwa seorang penulis itu tidak harus cerdas, tetapi sudah seharusnya ia haus ilmu agar tulisannya jadi berkualitas penuh makna dan terus berkembang.

“Bukan kecerdasan yang membuat seorang penulis menjadi besar. Kehausan pada ilmulah yang membuat setiap goresan pena menjadi penuh makna.”[1] Demikian utaian kata pesan dari guru menulisnya.

Pesan guru menulisnya tersebut, jadi pegangan Adra dalam berkarya sebelum membuat sebuah tulisan. Yakni dengan cara banyak membaca bahan referensi terlebih dahulu dan mengambil hikmah dari pengalaman dirinya sendiri atau pun pengalaman orang lain untuk memperkaya deskripsi tulisannya.  Inilah pentingnya penulis itu haus ilmu sehingga tulisannya menjadi cerdas yang membacanya.

❤oOo❤

Berbicara tentang masalah kecerdasan dan buku, Adra teringat saat pertama kali bermain ke rumah teman kuliahnya, Trudianto, yang asli orang Bandung itu. Saat main ke rumahnya, mata Adra begitu terkesima memandangi aneka tumpukan buku bekas waktu sekolah di SMP dan SMA yang dimiliki temannya itu.

“Pantas saja, anak sekolah di kota-kota itu pandai-pandai. Gimana tidak pandai? Coba aja bayangin, bacaan buku-buku pelajarannya lengkap dan bahkan satu mata pelajaran itu ada yang terdiri dari dua penerbit. Belum lagi, di rumah orangtuanya itu berlangganan koran dan majalah bulanan.

Arda Dinata

Arda Dinata adalah penulis buku Strategi Produktif Menulis dan penulis kolom di https://insanitarian.com/ , https://ardadinata.com/, dan https://www.miqraindonesia.com/

Tinggalkan Balasan

A Group Member of:
Toko SosmedToko SosmedToko SosmedWWW.ARDADINATA.COMWWW.ARDADINATA.COMInSanitarianMIQRA INDONESIA


error: Content is protected !!