Cerita Sang PenulisMotivasi MenulisTip Menulis

Matahari, Tersenyum, dan Inspirasi Menulis

“Matahari, tersenyum, dan inspirasi menulis merupakan kumpulan kata penuh makna. Matahari tersenyum dalam dekapan dingin menyelimuti tubuh. Kehangatannya memberi kegairahan semangat menyongsong hari esok yang penuh harap kebaikan. Doa pagi penuh kebaikan akan terus tersebarkan bersama pena inspirasi yang tersaji setiap hari.” 

~ Arda Dinata~

PRODUKTIF MENULIS – Sebelumnya, saya pernah menulis terkait: Alam, tafakur, dan sumber menulis. Sebuah anjuran yang begitu merangsang kita untuk segera menulis.

Begitu pun dengan bahasan kali ini, yaitu: “Matahari, tersenyum, dan inspirasi menulis” membuat orang yang membacanya langsung membayangkan hubungan kata-kata tersebut. Dan pada ujungnya, ingin segera menuliskannya. Namun, bagi mereka yang terlalu banyak mikir, bisa jadi keinginannya itu tidak berwujud-wujud menjadi tulisan.

Ingat menulis itu bahasa perbuatan, bukan berpikir. Tepatnya, menulis itu adalah menuangkan segala isi pikiran kita dalam bentuk tulisan. Kalau masih mikir terus, yakinlah tidak akan jadi-jadi tulisan.

Padahal, isi pikiran kita kalau sudah tertuang dalam bentuk tulisan. Nanti, kalau isi tulisannya itu ada yang tidak cocok, tidak sreg sesuai selera tentunya kita bisa mengeditnya. Artinya, saat menulis. Ya, tulis saja apa isi pikiran kita yang ingin disampaikan sampai selesai. Baru dikemudian saat kita membaca ulang ada yang salah ketik, salah tanda baca, atau susunanya tidak runtut barulah kita mengeditnya.

Sesimpel itulah menulis. Sehingga, walaupun menulis itu simpel, seorang penulis itu harus banyak membaca agar isi tulisannya penuh makna, tidak hambar. Walau temanya kelihatan sepele (seperti matahari, tersenyum, dan inspirasi menulis), dengan kelihaian seorang penulis, tulisan yang dihasilkan insha Allah ada nilai manfaat bagi pembacanya.

Tersenyum dan Matahari

Ilustrasi, senyuman itu bisa meluluhkan wajah ketegangan. Senyuman itu memberi aura keakraban dan kesejukan, serta bisa mencairkan suasana tidak nyaman. (Sumber Foto: media.istockphoto.com).

Tersenyum itu wujud senyuman dari seseorang yang kita lihat. Senyuman itu bisa meluluhkan wajah-wajah ketegangan. Senyuman itu memberi aura keakraban dan kesejukan. Keberadaannya bisa mencairkan suasana yang tidak nyaman. Pancaran senyuman itu begitu dermawan. Inilah hikmah yang diberikan dari hadirnya matahari bagi kehidupan manusia. Itulah alasan kenapa diri ini selalu merindukan senyum kejujuran seperti matahari yang selalu ikhlas berbagi setiap hari.

BACA JUGA:  Alam Semesta Sebagai Guru Menulis

Saya ingin seperti matahari yang selalu tersenyum ikhlas berbagi setiap pagi hari. Senyumnya memberi kehangatan seisi bumi. Kehadirannya menghidupkan aneka inspirasi kebaikan bagi orang-orang yang berpikir. Dunia pun hidup berkembang dalam kemakmuran yang tidak terukur.

Matahari pun pergi dengan ketenangan yang menyejukan penuh keindahan. Warna pelanginya memberi warna kedamaian dan keindahan yang tiada tandingannya. Lukisan senja matahari telah memayungi seisi bumi agar sujud penuh rasa syukur atas nikmat yang sudah terberi dengan sempurna tersaji sepanjang hari.

Inspirasi Menulis

Ilustrasi, matahari yang selalu tersenyum ikhlas berbagi setiap pagi hari. Senyumnya memberi kehangatan seisi bumi dan aneka inspirasi kebaikan (Sumber foto: unsplash.com/@greg_nunes).

Arda Dinata

Arda Dinata adalah penulis buku Strategi Produktif Menulis dan penulis kolom di https://insanitarian.com/ , https://ardadinata.com/, dan https://www.miqraindonesia.com/

2 komentar pada “Matahari, Tersenyum, dan Inspirasi Menulis

  • Erni Farida

    Makasih, tulisannya banyak menginspirasi, keren…

    Balas
    • Sama-sama… alhamdulillah. Semoga makin lancar menulisnya dan sehat sukses selalu. Aamiin,,,

      Balas

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!