Kata-Kata Itu Bikin Gairah Menulis

“Kata-kata itu bikin gairah menulis. Lautan kata-kata indah itu membikin gairah cerita, bila kita mampu merangkai secara tepat dan benar. Nada-nada suaranya ketika diucapkan memberi intonasi yang begitu indah terdengar di gendang telinga orang yang membaca dan mendengarkannya.”

– Arda Dinata –

Oleh: Arda Dinata

PRODUKTIF MENULIS – GAIRAH MENULIS perlu dibiasakan, dijaga, dikasih pupuk, dan disirami biar subur seperti sebuah tanaman. Kebiasaan korespodensi seperti sahabat pena yang aku lakukan semasa kecil, sadar tidak sadar telah membangun gairah jiwa kepenulisan (baca dan tulis) dalam pikiran sejak dini. Rahasia ini aku ketahui belakangan setelahnya banyak membaca buku-buku tentang kepenulisan.

Satu hal lagi, kebiasaan positifku waktu kecil yang diyakini banyak penulis sebagai kunci sukses dalam bidang ketrampilan menulis ialah kebiasaan merangkai kata-kata indah penuh makna yang dilakukan secara terus menerus. Misalnya, menulis puisi, pantun, naskah pidato dan kebiasaan bercerita merupakan kebiasaan yang bagus sebagai pengantar dalam mengasah ketrampilan menulis seseorang. Ingat, kata-kata itu bikin gairah menulis.

**

Buku yang telah melahirkan kata-kata yang bergairah
Ilustrasi gairah menulis. Suatu pgi menjelang siang di sudut ruangan kelas yang mempesona (Sumber foto: unsplash.com/@claybanks).

Suatu pagi menjelang siang itu, lewat sela-sela sudut ruangan kelas tanpa sengaja arah mataku terpesona dengan indahnya bunga aneka warna-warni yang mekar dengan sempurna di halaman sekolah. Di sana, ada kupu-kupu aneka warna dan kumbang yang hinggap bergantian dari satu bunga ke bunga lainnya. Mereka begitu riang dan gembira, begitu isi hayalku melukiskan dalam batok kepala sambil tersenyum-senyum sendiri.

Saat bersamaan dengan itu, ibu wali kelas yang merupakan guru tercantik versi kelasku yang belum menikah itu menyampaikan sebuah pesan pada seluruh muridnya dengan penuh semangat.

“Anak-anak, sebelum kenaikan kelas, sekolah kita nanti akan mengadakan lomba berpidato dan bercerita. Jadi, tolong ketua kelas mendaftarkan perwakilannya dan masing-masing kelas itu harus mengirimkan satu orang untuk mengikuti lomba tersebut,” begitu pengumuman yang disampaikan ibu guru cantik yang mengenakan jilbab warna unggu serasi dengan pakaian yang dikenakannya itu.

Seisi kelas, tiba-tiba merespon dengan suara gaduh. Saling tunjuk sana-sini mengusulkan teman-temannya masing-masing sebagai calon peserta.

BACA JUGA:  Menulis Itu Melahirkan Pikiran

“Sudah…. sudah… sudah… diam semuanya! Pokoknya silahkan ketua kelas mendiskusikannya, nanti nama-nama yang akan ikut lomba segera laporkan ke ibu. Oke, sekarang silahkan kalian bisa istrirahat,” ungkap ibu guru sedikit kesal mengakhiri pertemuan sambil memberi salam.

“Waalaikumusalam…. bu… Hore…!” Jawab anak-anak serempak tanpa komando dan seketika telah berhamburan ke luar kelas. Aku pun mengekor menuju kantin memenuhi kewajiban perutku yang membrontak tidak bisa kompromi ini.

**

suasana kelas dalam belajar menulis
Ilustrasi suasana kelas yang begitu mengairahkan saat berdiskusi (Sumber foto: unsplash.com/@nci)

Setelah diskusi panjang, ketua kelas akhirnya telah mendapatkan nama-nama murid yang akan mewakili kelasnya mengikuti lomba pidato dan bercerita itu.

Arda Dinata

Arda Dinata adalah penulis buku Strategi Produktif Menulis dan penulis kolom di https://insanitarian.com/ , https://ardadinata.com/, dan https://www.miqraindonesia.com/

One thought on “Kata-Kata Itu Bikin Gairah Menulis

Tinggalkan Balasan

A Group Member of:
Toko SosmedToko SosmedToko SosmedWWW.ARDADINATA.COMWWW.ARDADINATA.COMInSanitarianMIQRA INDONESIA


error: Content is protected !!