Menulislah Bukan Untuk Meremehkan

“Menulislah bukan untuk meremehkan. Remeh itu berarti tidak penting; tidak berharga; kecil. Padahal kenyataannya, hal-hal yang kecil atau remeh di mata kita itu belum tentu bagi orang lain sesuatu yang remeh atau diabaikan. Jadi, tulislah apapun yang memiliki makna, arti, dan manfaat bagi pembaca sekecil apapun. Pun, termasuk hal-hal yang remeh. Pokoknya, menulislah bukan untuk meremehkan.” ~Arda Dinata~

Oleh: Arda Dinata

PRODUKTIF MENULIS – Beberapa menit setelah saya menulis dan memposting tulisan yang berjudul: Menulislah Tentang Pengalaman dan Perasaanmu itu. Alhamdulillah tanggapan dari pembaca terus berdatangan. Baik lewat group yang saya kelola maupun pesan pribadi yang masuk ke WhatsApp (WA).

“Tipsnya mantaaap…, mulailah menulis dari pengalaman!”

“Kang.., tadi aku lagi buka laptop, lagi cari foto, tiba-tiba ada foto waktu aku pergi sama anakku ke Perpusnas. Jadi inget Kang Arda, katanya tulis aja perasaan yang ada. Sebentar lagi kan liburan sekolah, jadi pengen promosiin Perpusnas ke anak-anak. Karena, anak-anak sekarang jarang ada yang mau ke perpustakaan. Mohon koreksi/komentar untuk tulisannya ya Kang… hatur nuhun!”

Itulah contoh dua komentar atau respon dari pembaca setelah membaca tulisan saya yang berjudul: Menulislah Tentang Pengalaman dan Perasaanmu. Jadi, menulislah sekarang juga! Jangan anggap remeh terhadap tema tulisan yang kita tulis. Jangan-jangan, tulisan yang kita anggap remeh itu sedang ditunggu-tunggu oleh para pembaca tulisan kita.

Terkait, kata remeh ini. Saya waktu bergabung sebagai korespondensi di Majalah dan Tabloid Manajemen Qolbu (MQ), pernah dikasih tugas untuk membuat tulisan dengan tema “Jangan remehkan hal-hal kecil.”

Setelah membaca dari berbagai referensi, jurnal, buku, tafsir, dan bahan bacaan lainnya. Akhirnya, jadilah tulisan tersebut untuk rubrik “Topik Utama.” Intinya, dalam laporan tulisan yang saya buat itu ada beberapa ruang lingkup yang menyadarkan dan membukakan mata kewaspadaan kita terhadap pentingnya menjauhkan sikap meremehkan hal-hal kecil dalam kehidupan seharian.

BACA JUGA:  Penulis Jadilah Pembelajar Sejati

Hal yang dibahas tersebut, yaitu: Bagaimana awal kehidupan manusia dimulai? Bagaimana sebuah kesuksesan besar terbentuk? Bagaimana amalan kecil memiliki penghargaan tinggi? Bagaimana unsur kecil terbentuk? Bagaimana dosa kecil bisa menjerumuskan? Bagaimana makhluk kecil begitu menggemparkan? Bagaimana sebuah perubahan dimulai dari hal-hal kecil?

Cover buku Taman Taman Kebeningan Hati
(Buku ini berisi 10 bab yang tiap bab ini isinya tentang hal-hal keseharian, tapi sungguh syarat makna).

Tulisan lengkap tersebut, akhirnya saya bukukan dalam buku digital dengan judul: Taman Taman Kebeningan Hati: Merealisasikan nilai-nilai kebeningan hati dalam usaha membangun keindahan perilaku hidup keseharian, yang dapat dinikmati lewat layanan di Google Play.

Buku tersebut, berisi 10 bab yang tiap bab ini isinya tentang hal-hal keseharian, tapi sungguh syarat makna. Silahkan baca buku tersebut bagi yang mau belajar menulis dari tema hal-hal yang remeh (kecil) dalam hidup keseharian. Tapi, sesungguhnya syarat makna dan renungan buat kesuksesan hidup.

Menulislah Sekarang Juga!

Menulislah sekarang juga! Yakni, menulislah bukan untuk meremehkan.

Yup, menulislah bukan untuk meremehkan! Remeh itu berarti tidak penting; tidak berharga; kecil. Padahal kenyataannya, hal-hal yang kecil atau remeh di mata kita itu belum tentu bagi orang lain sesuatu yang remeh atau diabaikan.

Jadi, tulislah apapun yang memiliki makna, arti, dan manfaat bagi pembaca sekecil apapun. Pun, termasuk hal-hal yang remeh. Pokoknya, menulislah bukan untuk meremehkan.

Terkait itu, saya pernah menulis status di media sosial, “Sikap melucuti dan meremehkan hal-hal kecil dengan menganggap hal-hal besar sebagai satu-satunya yang menentukan kualitas hidup manusia, adalah sesuatu yang tidak baik dan tidak bijaksana.”

Begitu pun dalam menulis. Menulis itu bukan untuk meremehkan sesuatu hal. Tulislah hal-hal yang bernilai manfaat dan memberi inspirasi kebaikan bagi para pembacanya. Lebih-lebih, apa yang kita tulis itu akan membawa nama baik sang penulisnya.

BACA JUGA:  Membelai Jiwa Bersulam Inspirasi

Sungguh, masih banyak tema tulisan dalam kehidupan keseharian kita yang dapat dituliskan menjadi sebuah tulisan utuh (artikel) yang dapat dinikmati dan menarik dibaca orang. Cara mendapatkan inspirasi dan tema tulisan adalah banyak-banyak membaca dan merenungkan kejadian yang ada dalam kehidupan di alam ini.

Dengan membaca, selain kita mencerna makna isi tulisan tersebut. Ada hal lain, yaitu pembendaharaan kata terus bertambah dan kita sesungguhnya diajari bagaimana sang penulis itu menulis dengan gaya bahasa khas penulis tersebut.

Proses membaca dan menulis yang dilakukan secara terus menerus akan berbuah keprigelan (kelenturan) berbahasa dalam bentuk tertulis. Tidak ada jalan dan tips menulis yang paling manjur selain kita terus membisakan diri dalam habit membaca, membaca, membaca, membaca, dan terus menulis.

Menulis itu bukan bahasa keinginan, tapi menulis itu adalah bahasa perbuatan. Jadi, kalau Anda ingin bisa menulis jalannya yaitu menulislah sekarang juga, bukan ingin menulis. Belajar menulis dengan membuat tulisan itu, ia akan berbuah tulisan. Sedangkan belajar menulis hanya sekadar keinginan, maka hasilnya adalah hanya hayalan.

Untuk itu, menulislah untuk tidak meremehkan. Apalagi kalu Anda sudah memberi cap pada diri sendiri bahwa saya tidak bisa menulis. Sebab, menulis itu bukan bakat. Menulis itu buah dari latihan yang dilakukan secara benar dan dilakukan terus menerus, menulis secara berkesinambungan.

Terkait bicara menulislah bukan untuk meremehkan ini, saya teringat apa yang dikatakan Stephen King, “Menulislah dengan alasan apa pun, asal bukan untuk meremehkan.Jadi, mari kita menuliskan catatan kecil yang terjadi dalam hidup keseharian kita yang bermanfaat, menginspirasi, dan memberdayakan bagi yang membacanya.    

Akhirnya, saya punya keyakinan, bagi Anda yang sudah membaca tulisan di blog www.ProduktifMenulis.com ini, harusnya sudah termotivasi membuat tulisan sesuai minatnya. Untuk itu, silahkan tulis di kolom komentar ya. Tulisan apa saja yang sudah Anda tulis?

BACA JUGA:  Agar Menulis Selancar Bicara

Arda Dinata adalah Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia. Penulis buku Strategi Produktif Menulis dan penulis kolom di https://insanitarian.com/ , http://www.produktifmenulis.com, https://ardadinata.com/, dan https://www.miqraindonesia.com/

================================

Ayo Segera Miliki Ebook Ini!

penulis unggul, menulis berbagi inspirasi
@Rp.35.000
penulis unggul, menulis berbagi inspirasi
@Rp.35.000

Segera Miliki 2 Ebook Seputar Dunia Tulis Menulis (Jurnalistik) tersebut yang akan MERUBAH HIDUP Anda menjadi seorang PENULIS SUKSES!!!

2 Ebook HANYA Rp.40.000

Anda ingin menjadi penulis sukses, ikuti terus tulisan saya seputar dunia tulis menulis secara rutin di leman website PRODUKTIF MENULIS di  www.ProduktifMenulis.com ya! Dan Untuk Pemesan Ebook Seputar Dunia Tulis Menulis (Jurnalistik) Tersebut, Bisa Langsung Klik Obrolan di WhatsApp di bawah Ini:

================================

_❤oOo❤_

Arda Dinata adalah Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia. Penulis buku Strategi Produktif Menulis dan penulis kolom di

https://insanitarian.com/ ,

http://www.produktifmenulis.com,

https://ardadinata.com/, dan

https://www.miqraindonesia.com/

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Toko SosmedWWW.ARDADINATA.COMWWW.ARDADINATA.COMInSanitarianMIQRA INDONESIA