Inspirasi MenulisMotivasi MenulisTip Menulis

Penulisan Tulisan dan Gaya Penulisan

Penulisan tulisan dan gaya penulisan merupakan dua hal yang selalu bermesraan dalam bentuk berkomunikasi tertulis (tulisan).

Ada empat kategori gaya yang umum dalam sebuah tulisan, yaitu penulisan ekspositori, deskriptif, naratif, dan persuasif.

(Brown, 2021)
Oleh: Arda Dinata

PRODUKTIF MENULIS – Penulisan tulisan itu merupakan representasi dari diri penulisnya. Setiap penulis, sejujurnya memiliki gaya penulisan tersendiri dalam mengungkapkan ide yang ditulisnya. Dan gaya menulis itu akan menyesuaikan dengan sasaran pembaca dari tulisan tersebut.

Penulisan tulisan itu berarti cara seorang penulis dalam menuliskan idenya secara tertulis yang sesuai dengan tata cara dalam tulisan bahasa Indonesia. Misalnya, bagaimana penggunaan tanda titik, koma, tanda petik, dan yang lainnya dalam sebuah tulisan.

Terkait hal itu, bagi Anda yang ingin belajar menulis dengan benar dapat mengaplikasikan ajaran dari buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Inilah pedoman terbaru yang digunakan secara resmi dan formal dalam penulisan bahasa Indonesia.

Gaya Penulisan

Berbicara gaya penulisan, menurut Brown (2021) ada empat kategori gaya yang umum dalam sebuah tulisan, yaitu penulisan ekspositori, deskriptif, naratif, dan persuasif. Berbagai jenis gaya penulisan ini dibedakan berdasarkan tujuannya.

Lebih jauh, Brown (2021), seorang instruktur kelas master penulisan dunia menyampaikan untuk gaya penulisan ekspositori digunakan untuk menyampaikan fakta dan informasi daripada mendongeng. Contoh penulisan ekspositori antara lain buku non fiksi, penulisan ilmiah, penulisan teknis, dan penulisan artikel. Inilah gaya penulisan pertama, gaya penulisan ekspositori.

Menulis Itu Melahirkan Pikiran
Ilustrasi: Buku ini sebagai buah aktivitas menulis dari keseharian hidup inilah yang saat ini terus saya lakukan. Menulis sesuatu hikmah kehidupan (Dok. Penulis).

Contoh tulisan saya sendiri yang dominan menggunakan gaya penulisan ekspositori ketika menulisnya, dapat dibaca dalam buku:  Kesehatan Lingkungan, Manusia dan Lingkungan, Bersahabat dengan Nyamuk, Rahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk Demam Berdarah, dan artikel yang saya tulis di www.insanitarian.com .

BACA JUGA:  Menulis Itu Melahirkan Pikiran

Gaya penulisan kedua, penulisan deskriptif. Gaya penulisan deskriptif ini menggunakan bahasa kiasan dan detail sensorik untuk melukiskan gambaran di benak pembaca. Rata-rata penyair menggunakan jenis gaya penulisan ini dalam karyanya.

Contoh tulisan saya sendiri yang menggunakan gaya deskriptif ini, biasanya digunakan dibagian tulisan artikel opini yang saya buat, yaitu pada saat mendiskripsikan terkait isi tema tulisan sebelum masuk dalam pembahasan. Atau, jenis gaya penulisan deskriptif ini sering saya tuulis dalam status di media sosial IG: @arda.dinata . Untuk karya tulis dalam bentuk buku dapat dibaca di buku: Bermesraan dengan Kebenaran; Menjadi Orang Bahagia; Mengikat Cinta Kasih; Merajut Cinta Allah, Melapangkan Kebahagiaan.

Gaya penulisan ketiga, penulisan naratif. Gaya penulisan naratif ini memiliki alur, karakter, dan latar yang digunakan dalam penulisan kreatif. Ini adalah gaya penulisan yang digunakan oleh para penulis cerita, seperti cerpen, novel, novella, atau skenario.

Beberapa contoh penulisan kreatif yang menggunakan gaya penulisan naratif ini, bisa dibaca dalam buku: Ibu: Cinta yang Tak Terbatas; Ayah: Ayahku, Guruku, Guru Kami; dan Dear Friend. Lewat membaca buku ini, kita bisa belajar bagaimana kita menuliskan sebuah narasi cerita yang terjadi dalam hidup keseharian.

Gaya penulisan keempat, penulisan persuasif. Gaya penulisan persuasif ini mencoba untuk mempengaruhi pembaca untuk mengadopsi sudut pandang penulisnya. Contoh tulisan yang paling gampang kita temui ialah gaya penulisan yang digunakan atau dipakai dalam naskah iklan sebuah produk; artikel opini; surat rekomendasi, tulisan akademis, dan surat pengantar dalam sebuah buku atau laporan.

Contoh tulisan saya sendiri yang menggunakan gaya penulisan persuasif ketika menulisnya, dapat dibaca dalam buku:  Kesehatan Lingkungan, Manusia dan Lingkungan, Bersahabat dengan Nyamuk, Rahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk Demam Berdarah, dan artikel yang saya tulis di www.insanitarian.com . Isi tulisan dalam buku tersebut, sebenarnya gabungan dari berbagai gaya penulisan (ekspositori, deskriptif, pesuasif, dan bahkan ada sedikit naratif) yang menempati pada bagian-bagian tertentu dari isi naskah tulisan tersebut.

BACA JUGA:  Menulis Mengungkapkan Bahasa Pikiran

Menemukan Kenyamanan Gaya Penulisan

Setiap penulis, pasti memiliki gaya tersendiri saat menulis. Apakah menggunakan salah satu dari gaya tersebut. Atau bahkan, ada penulis yang meramunya dengan menggunakan berbagai gaya penulisan dalam satu karya tulis yang dihasilkan.

Saya sendiri, punya keyakinan kalau kita sudah sering menulis, maka penggunaan aneka gaya dalam satu tulisan yang ditulisnya itu bukan hal yang sulit. Bahkan, justru memiliki daya tarik dan citra rasa tersendiri ketika membaca tulisan seperti ini.

Jadi, sebagai penulis jangan terbelenggu dengan penggunaan gaya yang mana ketika menulis. Pokoknya, tugas penulis itu menulis saja. Biarkan gaya penulisan itu mengikuti alur jenis dan pembahasan yang sedang ditulisnya.

Ingat, gaya penulisan itu hanya memudahkan seorang penulis dalam menyampaikan ide pikirannya dalam sebuah tulisan. Dan, saya yakin setiap ide itu membutuhkan gaya penulisannya tersendiri. Jadi, lakukan saja menulis sesuai gaya yang diinginkan dan sesuai dengan konteks tujuan dari penyampaian ide tulisan tersebut.

Arda Dinata

Arda Dinata adalah penulis buku Strategi Produktif Menulis dan penulis kolom di https://insanitarian.com/ , https://ardadinata.com/, dan https://www.miqraindonesia.com/

2 komentar pada “Penulisan Tulisan dan Gaya Penulisan

  • Erni Farida

    makasih banyak, jadi nambah ilmu

    Balas
    • alhamdulillah… salam sehat dan sukses selalu… aamiin…

      Balas

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!