Keteguhan Hati Dalam Menulis

Tiap anggota komunitas bisa menulis tema yang sama dengan sudut pandang bahasan berbeda-beda sesuai minat dan kajiiannya. Sehingga ada kemungkinan dimuatnya artikel opini tersebut menjadi lebih besar manakala dalam waktu bersamaan ada tulisan yang setema diterima redaksi.

Untuk menyemangati para anggota komunitas menulis di kampusnya, pada setiap sesi diskusi, Adra tidak lupa selalu mengingatkan pesan dari guru menulisnya tentang penulis gagal dan penulis sukses.

“Penulis yang berbakat gagal menemukan banyak alasan untuk tidak memulai tulisannya. Sementara orang-orang yang berbakat sukses, selalu menemukan energi setiap kali gagal.

Orang yang berbakat gagal melihat masalah sebagai hambatan. Sedangkan orang sukses melihat masalah sebagai tantangan yang membuat hidup lebih bergairah. Demikian pula dalam menulis.”[1]

Adra melihat semangat dan gairahnya dalam menulis semakin meningkat. Rasa bahagia bisa membantu teman-temannya rajin menulis begitu nampak dari wajah Adra. Apalagi, belakangan banyak tulisan anggota komunitas menulis yang dikelolannya telah banyak yang dimuat di koran dan majalah. Itulah buah keteguhan hati dalam menulis.

**

Menulis itu perlu rutinitas. Itulah menulis degan sepenuh hati. Walaupun, rutinitas kadang kala seperti tanpa nyawa. Dia datang dan pergi begitu saja. Tanpa makna yang dirasa. Perasaan dan anggapan itu semua karena diri kita tidak peka dan menghargai apa yang telah seharian dilakukannya dengan penuh nyawa.

Itulah yang dirasakan para penulis, termasuk Adra, Sang Penulis otodidak yang tak lelah mengisi rutinitasnya dengan selalu menulis. Menulis untuk dunia dengan segala isinya.

Padahal, kalau manusia itu mau merenungkan. Di sana ada aneka makna  untuk bahan evaluasi diri yang perlu dibenahi. Itu semua didapat bila rutin menuliskan setiap kegiatan yang telah dilakukan dalam mengisi kehidupan ini.

BACA JUGA:  Surat Yasin Sumber Menulis

Diri Adra begitu memahami filosofi pikiran seperti itu. Seluruh jiwa raganya telah menyadari hakekat pentingnya membiasakan diri menulis dengan sepenuh hati dalam hidupnya.

**

Lalu, aktivitas seperti apa yang dilakukan Sang Penulis untuk menyuburkan jari-jari menulisnya agar terus berkembang dan menjadi sukses dalam menulis?

Temukan jawabannya dalam lanjutan cerita Sang Penulis, Adra Atanid berikutnya ya!


[1] Mohammad Fauzil Adhim

Nikmati tulisan lainnya di sini yang sesuai kategori:

======

Anda ingin menjadi penulis sukses, ikuti terus tulisan saya seputar dunia tulis menulis secara rutin di leman website PRODUKTIF MENULIS di  www.ProduktifMenulis.com ya! Caranya klik whatsApp di bawah ini:

Arda Dinata adalah Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia. Penulis buku Strategi Produktif Menulis dan penulis kolom di

https://insanitarian.com/ ,

http://www.produktifmenulis.com,

https://ardadinata.com/, dan

https://www.miqraindonesia.com/

Arda Dinata

Arda Dinata adalah penulis buku Strategi Produktif Menulis dan penulis kolom di https://insanitarian.com/ , https://ardadinata.com/, dan https://www.miqraindonesia.com/

Tinggalkan Balasan

A Group Member of:
Toko SosmedToko SosmedToko SosmedWWW.ARDADINATA.COMWWW.ARDADINATA.COMInSanitarianMIQRA INDONESIA


error: Content is protected !!