Terkait dengan ibu segala ilmu ini, Hernowo (2003) menuliskan bahwa dirinya terkesan pada catatan harian yang dibuat oleh seorang pemikir besar Islam asal Pakistan, Dr. Sir Muhammad Iqbal (1873-1938). Dalam catatan hariannya -yang dijuduli sangat menarik, Stray Reflections– Iqbal yang juga penyair dan ahli hukum itu menuliskan,
“Rasa ingin tahu, kata Plato, adalah ibu dari segala ilmu. Bedil (Mirza Abdul Qadir) melihat rasa ingin tahu dari sudut pandang lain. Bagi Plato, rasa ingin tahu itu berharga karena ia membimbing manusia mempertanyakan tentang alam; bagi Bedil, rasa ingin tahu punya nilai sendiri tanpa harus dikaitkan dengan konsekuensi intelektualnya. Tidak mungkin kita mengekspresikan gagasan ini lebih indah dari Bedil.”
Akhirnya, tidak berlebihan bagi Anda yang ingin mencari ibu segala ilmu maka caranya adalah dengan cara bertanya. Lewat bertanya, pikiran kita akan disuguhi segala informasi yang Anda inginkan. Banyaklah bertanya, maka ilmu Anda akan terus bertambah. Sudahkah Anda bertanya hari ini?
======
Anda ingin menjadi penulis sukses, ikuti terus tulisan saya seputar dunia tulis menulis secara rutin di leman website PRODUKTIF MENULIS di www.ProduktifMenulis.com ya! Caranya klik whatsApp di bawah ini:
Arda Dinata adalah Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia. Penulis buku Strategi Produktif Menulis dan penulis kolom di
http://www.produktifmenulis.com,
https://www.miqraindonesia.com/

One thought on “Ingin Tahu, Ibu, dan Sumber Ilmu”