Lomba Menulis dan Prestasi Penulis

Anda Ingin Produktif Menulis? Ilustrasi bila Anda sudah tidak ada masalah dengan ide menulis, maka seharusnya Anda adalah seorang penulis yang produktif (Dok. Penulis).

“Apapun bentuknya, suatu lompatan itu dipastikan butuh energi ekstra. Begitu pun dengan seseorang yang mengikuti lomba menulis itu, bila ia berhasil maka hal itu merupakan sebuah lompatan prestasi. Dan untuk meraih prestasi itu, tentu dibutuhkan persiapan secara matang dan strategi khusus.”

Oleh: Arda Dinata

PRODUKTIF MENULISMATAHARI menyapa dalam pelukan bumi. Kehangatan lahir memasuki seluruh permukaan bumi. Angin pun menyapa dalam belaian penuh manja bikin hati riang gembira. Kupu-kupu dan bunga-bunga bermekaran saling menyapa. Hidup indah mempesona dalam balutan keseimbangan yang penuh sempurna.

Hidup itu tidak diam. Ceritanya terus bergerak mengikuti nadi-nadi drama kehidupan. Rangkaian cerita itu akan tetap abadi lewat naskah tulisan yang merekamnya. Anak cucu pun, penuh setia menanti estafet sejarah hidup orangtua dan kakek-neneknya. Sungguh menggairahkan bila tiap-tiap generasi itu berlomba-lomba membukukan cerita kehidupannya untuk warisan generasi selanjutnya.

Kebiasaan menulis harian seperti itu, membuat hidup tiap generasi penuh gairah. Sebab, ada hikmah yang didapat dengan hanya membaca aneka catatan harian kehidupan yang dialami generasi sebelumnya. Tanpa dirinya sendiri merasakan langsung pahit getirnya kehidupan tersebut.

Pagi menuju siang itu, terlihat Sang Penulis, Adra Atanid begitu menikmati aktivitas rangkaian cerita hariannya dalam menyiapkan sebuah lomba menulis artikel yang dibacanya dari pemberitaan koran harian langganannya itu. Untuk mengikutinya, tentu banyak hal yang harus dipersiapkannya. Apa saja yang perlu dipersiapkannya itu?

❤oOo❤

Menulis cerita harian dan menulis artikel itu harus dapat diseimbangkan agar jari-jari menulisnya terlatih dan terbiasakan dengan maksimal. Yang pada akhirnya, karya tulis yang dihasilkan apa pun jenis dan bentuknya akan enak dibaca dan mengalir. Bikin orang betah membacanya karena penuh makna. Tahu-tahu, kok sudah pada akhir kalimat penutup tulisan yang dibacanya.

Belajar konsisten tiada henti dan setiap saat selalu berusaha meningkatkan kualitas isi tulisan dan gaya bahasanya. Seperti halnya seorang penulis yang menulis sebuah artikel untuk dikirim ke koran atau majalah maupun untuk diikutkan dalam sebuah lomba menulis, maka semua itu perlu persiapan matang dan latihan secara terus menerus.

Menulis artikel untuk dikirim ke koran atau majalah saja pasti butuh energi dan persiapan yang matang. Mulai dari mencari ide menulis, hunting bahan pengayaan sebagai referensi, lalu membaca bahan-bahan tersebut, hingga akhirnya membuat konsep tulisan dan menuliskannya sampai menjadi tulisan utuh. Apalagi hal ini terkait dengan persiapan membuat tulisan berkualitas yang akan dilombakan, tentu perlu persiapan lebih matang lagi dan butuh strategi tersendiri.

“Lomba menulis, bagi saya merupakan ajang menguji kemampuan menulis untuk dinilai pihak lain. Sehingga ajang lomba menulis ini bagi seorang penulis merupakan sebuah lompatan. Baik lompatan pendapatan honorarium menulis, ataupun lompatan untuk diakuinya atas kemampuan yang kita miliki dalam menuangkan ide dan gagasan dalam bentuk karya tulis.” Demikian pandangan Sang Penulis, Adra Atanid dalam menyikapi keberadaan lomba menulis itu.

Berdasarkan pengalaman dan pengakuan yang dirasakan Adra selama ini, mengikuti sebuah lomba menulis itu, tentu harus memiliki seni dan strateginya tersendiri. Dan tiap-tiap penulis yang mengikuti itu, pastinya memiliki cara dan kekhasan masing-masing.

Namun demikian, yang harus diingat oleh tiap penulis dalam mengikuti lomba menulis ialah patuh dan taat terhadap aturan lomba yang telah panitia lomba tetapkan. Itu juga kalau penulis bersangkutan ingin memenangkan lomba menulis tersebut. Baik itu terkait persyaratan jenis tulisan, maksimal banyaknya halaman, ukuran kertas, syarat artikel itu apakah harus dimuat di media terlebih dahulu atau tidak sebelum diikutkan lomba, dan persyaratan teknis lainnya.

“Alhamdulillah, saya sendiri selama ini telah menikmati manisnya hadiah dari mengikuti aneka lomba menulis. Pokoknya, jerih payah yang penulis lakukan itu sepadan dengan honorarium atau hadiah yang akan didapatkan.

Coba saja bayangkan, misalnya hanya dengan tulisan artikel sepanjang 3-5 halaman ukuran A4 spasi 1,5, tulisan kita itu dihargai 10 juta. Wow…! Hal ini, tentu bagi penulis bisa bernafas lega dengan menikmati rejeki tersebut. Inilah sebuah lompatan bagi penulis dalam mendapatkan honorarium.

Berikut ini, beberapa lomba menulis yang pernah saya ikuti dan mendapatkan hasil yang tidak mengecewakan. Pertama, pemenang ke-2 lomba penulisan artikel ‘Indonesia 2000’ yang diadakan oleh Persatuan Filatelis Indonesia (PFI) dan PT. Pos Indonesia. Syarat tulisan yang dilombakan ini adalah artikel yang telah dimuat media cetak terlebih dahulu. Baru naskah tulisan dan kliping tulisanya itu dikirim ke panitia lomba.

Kedua, pemenang ke-1 sayembara penulisan artikel tentang jamsostek yang diadakan oleh PT. Jamsostek (Persero) Jakarta dan pemenang ke-3 sayembara penulisan artikel tentang Bank Indonesia bagi wartawan yang diadakan oleh Bank Indonesia. Adapun syarat lomba ini adalah pesertanya harus wartawan dengan melampirkan identitas diri dari medianya. Inilah keuntungan kalau penulis itu sudah menjadi kontributor atau reporter suatu media. Walaupun bentuknya freeline, tapi biasanya kita diberi kartu pengenal dari redaksi tersebut. Selain itu, model lomba ini peserta yang masuk 10 besar itu biasanya harus presentasi di hadapan dewan juri untuk menentukan 3 besar.

Ketiga, pemenang ke-1 kompetisi nasional menulis essay 2010 untuk kategori universitas, yang diadakan oleh Indonesiana Future Leader Jakarta. Persyaratan lomba ini adalah mahasiswa universitas, baik negeri maupun swasta. Naskah tulisan dan biodatanya setelah dijilid, kemudian dikirimkan kepada panitia. Tidak ada presentasi, tapi langsung diumumkan siapa sebagai pemenangnya.

Itulah, beberapa pengalaman lomba menulis. Kita harus jeli mencermati persyaratan teknis yang telah ditetapkan oleh panitia. Jangan coba-coba melanggarnya, kalau tidak ingin nasib naskah lomba tulisan yang dikirimkan itu sia-sia, gugur seleksi sebelum dinilai oleh dewan juri.” Demikian dengan penuh antusias, Adra membeberkan hal-hal yang perlu diperhatikan dan hal itu semata-mata untuk menyemangati para penulis yang akan mengikuti aneka lomba menulis.

❤oOo❤

Hal-hal yang patut dipersiapkan tiap penulis untuk memenangkan lomba menulis, diantaranya yang paling utama adalah mampu menulis artikel. Untuk itu sebelum mengikuti lomba menulis, maka disarankan untuk melatih diri terlebih dahulu dengan membuat artikel dan dikirimkan ke media massa. Sebab, pengalaman itu akan melancarkan dalam menulis naskah artikel yang akan dilombakan dan tentunya pengalaman menulis di media itu akan menjadi point tersendiri bagi dewan juri dalam menilai artikel yang dilombakan tersebut. Hal ini dapat terlihat dari kualitas artikel yang dihasilkan.

Dalam pandangan Adra, hal lainnya yang patut diperhatikan adalah menyangkut persyaratan teknis yang disebutkan oleh panitia maupun persyaratan yang tidak disebutkan panitia lomba menulis. Dan termasuk didalamnya ialah persyaratan non teknis lomba menulis itu.

“Coba diperhatikan persyaratan yang telah disebutkan panitia, misalnya menyangkut tema, jumlah halaman, spasi, pengetikan, jumlah katagori yang boleh diikuti, batas penerimaan naskah, dan alamat pengiriman naskah.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!