Jejak Awal Merangkai Kata

Setelah pamitan, aku langsung kabur menjauh darinya, takut ada teman-teman sekolahku melihat kejadian tersebut. Rasa plong hatiku saat itu bercampur tak karuan dengan aneka pikiran lain yang menyerangku setelah surat itu diberikan. Apa dia mau menerimaku ya? Itulah diantara pikiran yang terus menempel setelah kejadian itu.

**

Kebiasaanku menulis surat ini terus berlanjut. Apalagi setelah aku mengenal rubrik sahabat pena dari koran dan majalah yang menyediakan rubrik khusus korespondensi. Apalagi, di situ, selain ada biodata pengirimnya, juga terpampang sebuah foto terbaiknya. Jujur, aku makin semangat saja untuk juga mengirim biodata plus foto tergantengku.

Benar saja, setelah biodata dan fotoku dimuat dalam koran dan majalah, hari-hari seminggu setelah pemuatan tersebut berdatangan surat lewat tukang pos ke rumahku. Aku penuh semangat membalas surat-surat dari sahabat pena yang berasal dari berbagai daerah di tanah air itu. Bahkan, aku rela tidak jajan hanya karena lebih mengutamakan untuk membeli perangko agar bisa membalas setiap surat yang datang menyapaku itu.

Berlembar-lembar aku menulis balasan surat itu sesuai dengan isi pertanyaan dari sahabat-sahabatku itu. Mulai sekedar menyapa kabar, tentang aktivitas harianku, kabar keluargaku, sampai hal-hal pribadiku sekalipun tidak luput aku ceritakan. Begitupun di sela-sela menjawab surat itu, aku juga menyelipkan pertanyaan-pertanyaan terkait kabar dan situasi daerah tempat tinggal si pengirim surat. Sehingga, tiap sahabat pena itu terus-terusan saling berbalasan surat berkali-kali.

Aktivitas korespondesi surat menyurat ini, terus belanjut secara intens sampai awal aku mulai kuliah. Bahkan, dari sekian sahabat pena tersebut, ternyata masih ada yang terus berlanjut berkirim surat sampai aku lulus kuliah diploma tiga.

Setelah mengenal dunia internet, tidak sedikit yang aku hilang kontak dengan mereka karena alasan aneka kesibukan masing-masing. Bahkan tidak hanya sahabat pena yang hilang kontak saat kuliah, termasuk teman-teman SMP dan SMA juga banyak yang tidak tahu rimbanya. Baru setelah ada media sosial, teman-teman yang hilang kontak itu bisa ketemu lagi lewat dunia maya.

BACA JUGA:  Bermesraan Menulis dengan Media

**

Jejak dunia kata itu, sungguh telah menghiasi perjalanan hidupku penuh cerita dengan aneka bumbu kehidupannya. Aku bersyukur, lewat semua jejak-jejak hidup itu telah membuat hidupku penuh warna. Inilah salah satu jejak awal merangkai kata.

Aku terus menulis sampai saat ini. Lewat tulisan yang aku tulis berharap dapat mewarnai dunia ini dengan aneka manfaat dari tulisanku itu. Merangkai kata-kata, jujur bagi aku sungguh menggairahkan, memberi semangat, penuh romantisme, dan serasa ada temaen-teman yang selalu setia mengingatkanku. Setiap saat, aku merasa kalau rasa itu selalu ada, hidup dan terawat terus lewat sebuah tulisan.

Sang Penulis ini adalah cerita hidupku tentang dunia tulis-menulis yang telah membentukku seperti saat ini. Aku teringat apa yang diungkapan guru menulisku.

“Menulislah dengan alasan apa pun asal bukan untuk meremehkan.”[1]

“Mulailah menulis apa saja yang kamu tahu. Menulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri.”[2]

Ungkapan dunia kata-kata seperti itulah, yang terus menyemangati gairah menulisku. Dunia tulis-menulis yang penuh warna itulah yang coba aku bagikan lewat aneka cerita inspiratif, menarik dan memotivasi bagi siapapun yang membaca kumpulan cerita secara bersambung di buku Sang Penulis ini sebagai jejak awal merangkai kata.

Bagi Anda yang ingin sukses dalam dunia tulis-menulis, silahkan follow akun Sang Penulis di aplikasi KBM Apps biar tidak ketinggalan cerita terkait dunia tulis-menulis lainnya. Jangan lupa beri komentar, ajaklah orang-orang yang Anda sayangi, dan share tulisan ini kepada mereka yang ingin sukses menulis agar mereka juga mendapat manfaat dari tulisan ini.

Cerita berikutnya berisi tentang bagaimana aku ternyata dengan tidak sadar sesungguhnya telah membangun pondasi positif sejak masa SMP dan SMA sehingga bisa sukses menulis sampai sekarang!

BACA JUGA:  Menulislah Bukan Untuk Meremehkan

======

Anda ingin menjadi penulis sukses, ikuti terus tulisan saya seputar dunia tulis menulis secara rutin di leman website PRODUKTIF MENULIS di  www.ProduktifMenulis.com ya! Caranya klik whatsApp di bawah ini:

Arda Dinata adalah penulis buku Strategi Produktif Menulis dan penulis kolom di https://insanitarian.com/ ,

https://ardadinata.com/, dan

https://www.miqraindonesia.com/

[1] Fauzil Adhim

[2] Hernowo

Arda Dinata

Arda Dinata adalah penulis buku Strategi Produktif Menulis dan penulis kolom di https://insanitarian.com/ , https://ardadinata.com/, dan https://www.miqraindonesia.com/

2 komentar pada “Jejak Awal Merangkai Kata

Tinggalkan Balasan

A Group Member of:
Toko SosmedToko SosmedToko SosmedWWW.ARDADINATA.COMWWW.ARDADINATA.COMInSanitarianMIQRA INDONESIA


error: Content is protected !!